Inheritance

Inheritance atau pewarisan pada pemrograman berorientasi objek merupakan suatu hubungan dua buah kelas atau lebih. Dalam hal ini ada kelas yang memiliki atribut dan metode yang sama dengan kelas lainnya beserta atribut dan metode tambahan yang merupakan sifat khusus kelas yang menjadi turunannya. Sebagai contoh, misalkan ada sebuah kelas Titik yang mempunyai kelas turunan Titik3D:

class Titik
private integer x
private integer y
Titik()
x < 0
y integer
-> x
{end getX}

public getY() -> integer
-> y
{end getY}
{end class}
class Titik3D: Titik
private integer z

Titik3D()
z integer
-> z
{end getZ}

{end class}

Keterkaitan antara kelas Titik dan Titik3D adalah kelas Titik3D merupakan kelas turunan dari kelas Titik. Dalam hal ini kelas Titik disebut dengan kelas dasar atau super classatau base classsedangkan kelas Titik3D disebut sebagai kelas turunan atau derived classatau subclass.

Pada contoh di atas, ketika kelas Titik3D dibuat objeknya maka objek tersebut dapat menggunakan metode yang ada pada kelas Titik walau pada kode programnya metode itu tidak dituliskan, misalkan sebagai berikut:

Titik3D p <- new Titik3D()
integer x <- p.getX()
integer y <- p.getY()
integer z <- p.getZ()

Keuntungan dari pewarisan adalah tidak perlu mengutak atik kode kelas yang membutuhkan tambahan atribut atau metode saja, karena tinggal membuat kelas turunannya tanpa harus mengubah kode kelas dasarnya. Kelas dasar akan mewariskan semua atribut dan kodenya kecuali konstruktor dan destruktor yang memiliki izin akses publicdan protectedke kelas turunannya dengan izin akses yang sama dengan pada kelas dasar.

Ketika sebuah kelas turunan dibuat objeknya saat eksekusi, maka secara implisit konstruktor kelas dasar dipanggil terlebih dahulu baru kemudian konstruktor kelas turunan dijalankan. Begitu juga saat objek dimusnahkan maka secara destruktor kelas turunan akan dijalankan baru kemudian destruktor kelas dasar dijalankan.

Advertisements

Informasi DNS (Domain Name Server). Tentunya saya pernah membahas posting sebelumnya tentang DNS (Domain Name Server). Nah, sekarang saya akan coba membahas bagaimana cara mencari Informasi DNS (Domain Name Server). Posting ini tentunya terkait dengan tugas yang diberikan oleh dosen saya yang bernama Bapak Budi Rahardjo (http://rahard.wordpress.com) yang mengajarkan salah satu mata kuliah Kemanan Sistem Lanjut pada semester kali ini. Baiklah kita mulai saja mencari informasi DNS dengan menggunakan domain itb.ac.id dan detik.com sebagai salah satu contoh yang akan saya bahas pada posting kali ini.

  1. Informasi yang pertama yaitu mencari siapakah pemilik dari kedua (itb.ac.id dan detik.com) tersebut ? Untuk mengetahui siapa pemilik kedua domain tersebut, saya menggunakan tools pada sebuah website http://www.whois.net/ dan http://legacy.zoneedit.com/whois.html. Dari hasil yang didapat dari kedua website tersebut dapat kita lihat siapakah pemilik kedua domain tersebut. Berikut hasil capture yang saya dapat.
    Untuk domain itb.ac.id saya gunakan tools pada http://legacy.zoneedit.com/whois.html dan hasil yang didapat untuk pemilik domain itb.ic.id  adalah sebuah Perguruan Tinggi yang bernama Institut Teknologi Bandung yang berlokasi di Bandung, berikut hasil informasi lebih lengkap yang didapat :
    % For more detailed information, please check the website
    % https://register.net.id
    % Note: this output has been filtered.
    % Information related to ‘itb.ac.id’domain:  itb.ac.id
    org: Perguruan Tinggi
    desc:  Institut Teknologi Bandung
    admin-c:  bs38
    tech-c:  rinal1
    bill-c:  rinal1
    nserver: ns1.ai3.net
    nserver: ns1.itb.ac.id
    nserver: ns2.itb.ac.id
    nserver: ns3.itb.ac.id
    nserver: sns-pb.isc.org
    created: 1995-05-18
    expires: 2011-09-30
    last-update: 2010-11-18
    domain-status: Object is active
    source:  register.net.id # Filterednic-hdl:  bs38
    person:
    address:  Jl tamansari no 64
    Bandung
    e-mail:  basuki@itb.ac.id
    org:     Institut teknologi Bandung
    source:  register.net.id # Filterednic-hdl:  rinal1
    person:
    address:
    phone:
    e-mail:  rinaldi@ee.itb.ac.id
    org:
    source:  SAMPLE # Filtered                                                                                                                                                                                               Untuk domain detik.com saya gunakan tools pada http://legacy.zoneedit.com/whois.html dan hasil yang didapat untuk pemilik domain detik.com adalah Siberkom, PT. Agranet Multicitra yang berlokasi di DKI Jakarta, berikut informasi lebih lengkapnya yang saya dapat :                                                                                                                                                                                   Siberkom, PT. Agranet Multicitra
    Aldevco Octagon Building lt 2
    Jl. Warung Jati Barat Raya 75
    Jakarta, DKI Jakarta 12740
    IN 

    Domain Name: DETIK.COM
    ————————————————————————
    Promote your business to millions of viewers for only $1 a month
    Learn how you can get an Enhanced Business Listing here for your domain name.
    Learn more at http://www.NetworkSolutions.com/
    ————————————————————————
    Administrative Contact, Technical Contact:
    Siberkom, PT. Agranet Multicitra        wiwi@detik.com
    Aldevco Octagon Building lt 2
    Jl. Warung Jati Barat Raya 75
    Jakarta, DKI Jakarta 12740
    IN
    +62 21 7941177 fax: +62 21 7941176

    Record expires on 28-May-2011.
    Record created on 13-May-2004.
    Database last updated on 11-Feb-2011 04:38:33 EST.

    Domain servers in listed order:
    NS.DETIK.NET.ID
    NS1.DETIK.NET.ID

  2. Untuk informasi yang kedua saya akan mencoba mencari informasi mengenai Name Server (NS) dari kedua domain tersebut. Kali ini saya menggunakan perintah nslookup pada windows XP. Penggunaannya cukup mudah yaitu cukup membuka command prompt melalui Start>Run> ketikkan “cmd” tanpa tanda kutip lalu enter/tekan ok, kemudia pada c:> ketikkan “nslookup” tanpa tanda kutip lalu tekan enter. Dan yang terakhir, komputer atau laptop yang akan digunakan harus terkoneksi dengan internet tentunya. 😀 Kita mulai untuk domain itb.ac.id :                                                                                                                                 ”

    NS domain itb.ac.id

    Dapat dilihat bahwa domain itb.ac.id memiliki 5 buah Name Server (NS). Kemudian untuk domain detik.com :                                 

    NS domain detik.com

    Dapat dilihat bahwa domain detik.com memiliki 2 buah Name Server (NS).

  3. Informasi ketiga yaitu mencari informasi tentang MX Record dari kedua domain tersebut. Untuk mendapatkan informasi tersebut saya masih menggunakan nslookup sama seperti point diatas. Baiklah langsung saja kita mulai dengan domain itb.ac.id :

    MX Record domain ITB

    Dapat kita lihat bahwa domain itb.ac.id memiliki 2 buah MX Record. Kemudian untuk domain detik.com :

    MX Record domain detik.com

    Dapat dilihat bahwa domain detik.com memiliki sebuah MX Record.

  4. Untuk informasi berikutnya saya akan mencoba melakukan zone transfer terhadap domain itb.ac.id untuk menghitung jumlah 4th level domain tersebut.  Untuk melakukan hal tersebut saya masih menggunakan nslookup melalui jaringan internal ITB langsung.

    CNAME pada domain itb.ac.id

    Dapat dilihat saya menyimpan data dengan memfilter hanya data dengan tipe CNAME saja yang disimpan dalam bentuk file itb_CNAME.txt. Dari hasil yang didapat jumlah 4th level domain itb.ac.id sebanyak 100. Berikut saya perlihatkan isi dari file itb_CNAME.txt                                                                                                                                                                                                                                  > ls -t CNAME itb.ac.id
    [dns-anycast.itb.ac.id]
    AI3-NOC-PAU-Cat6-Vlan          CNAME  indonesia-itb-ether.itb.ac.id
    http://www.berkala                                   CNAME  berkala.itb.ac.id
    blog                                                    CNAME  blogs.itb.ac.id
    blue                                                    CNAME  cdsed.itb.ac.id
    bmedays2005                               CNAME  gajah.ee.itb.ac.id
    cachebone                                       CNAME  cache3.itb.ac.id
    cc                                                        CNAME  unit.itb.ac.id
    coci                                                    CNAME  ganesha.itb.ac.id
    catalog.compscience                 CNAME  compscience.itb.ac.id
    library.compscience                  CNAME  compscience.itb.ac.id
    pubs.compscience                      CNAME  compscience.itb.ac.id
    research.compscience              CNAME  compscience.itb.ac.id
    http://www.compscience                      CNAME  compscience.itb.ac.id
    desktop                                            CNAME  thinclient.itb.ac.id
    dev                                                     CNAME  http://www.itb.ac.id
    digilib                                               CNAME  digital.lib.itb.ac.id
    http://www.digilib                                   CNAME  digital.lib.itb.ac.id
    dosen                          CNAME  sdm.itb.ac.id
    dsp                            CNAME  dsp.ee.itb.ac.id
    mail.dsp                       CNAME  dsp.ee.itb.ac.id
    netoffice.dsp                  CNAME  dsp.ee.itb.ac.id
    http://www.dsp                        CNAME  dsp.ee.itb.ac.id
    e-club                         CNAME  unit.itb.ac.id
    http://www.e-club                     CNAME  e-club.itb.ac.id
    ecampus                        CNAME  unit.itb.ac.id
    http://www.el92                       CNAME  el92.itb.ac.id
    forumrektor                    CNAME  http://www.ylti.or.id
    ftp2                           CNAME  logger.itb.ac.id
    ftpsearch2                     CNAME  logger.itb.ac.id
    http://www.ganeshatv                  CNAME  ganeshatv.itb.ac.id
    http://www.gcca                       CNAME  gcca.itb.ac.id
    mail.geothermal                CNAME  geothermal.itb.ac.id
    http://www.geothermal                 CNAME  geothermal.itb.ac.id
    http://www.grid                       CNAME  grid.itb.ac.id
    http://www.hayati                     CNAME  hayati.itb.ac.id
    *.hosting                      CNAME  hosting.itb.ac.id
    http://www.ic-design                  CNAME  ic-design.itb.ac.id
    http://www.ict                        CNAME  ict.itb.ac.id
    *.im                           CNAME  im.itb.ac.id
    webkpu.imhere                  CNAME  unit.itb.ac.id
    inkm2008                       CNAME  unit.itb.ac.id
    irc                            CNAME  monitoring.itb.ac.id
    http://www.isnet                      CNAME  isnet.itb.ac.id
    isnunet                        CNAME  isnuwardianto.ee.itb.ac.id
    it                             CNAME  web.itb.ac.id
    http://www.it                         CNAME  it.itb.ac.id
    itb75                          CNAME  ai3.itb.ac.id
    itbfair2006                    CNAME  km.itb.ac.id
    iucls                          CNAME  hayati.itb.ac.id
    http://www.iucls                      CNAME  hayati.itb.ac.id
    http://www.jaktri                     CNAME  jaktri.itb.ac.id
    jtm                            CNAME  http://www.fttm.itb.ac.id
    http://www.jtm                        CNAME  http://www.fttm.itb.ac.id
    jurnal                         CNAME  ejournal.itb.ac.id
    kl                             CNAME  ocean.itb.ac.id
    ganeshapages.km                CNAME  km.itb.ac.id
    iec.km                         CNAME  km.itb.ac.id
    kongres.km                     CNAME  km.itb.ac.id
    http://www.km                         CNAME  km.itb.ac.id
    kostti                         CNAME  ganesha.itb.ac.id
    kp3kd                          CNAME  ganesha.itb.ac.id
    kppenergi                      CNAME  crep.itb.ac.id
    kppmb                          CNAME  pmb.itb.ac.id
    http://www.kppwk                      CNAME  kppwk.itb.ac.id
    kuesioner                      CNAME  kuesioner.ee.itb.ac.id
    http://www.lfm                        CNAME  lfm.unit.itb.ac.id
    lg                             CNAME  lg.monitoring.itb.ac.id
    login                          CNAME  login.ee.itb.ac.id
    info.logistik                  CNAME  logistik.itb.ac.id
    mmt                            CNAME  mba.itb.ac.id
    mobi                           CNAME  m.itb.ac.id
    *.monitoring                   CNAME  monitoring.itb.ac.id
    *.monitoringv2                 CNAME  monitoringv2.itb.ac.id
    my                             CNAME  myitb.lib.itb.ac.id
    netoffice                      CNAME  students.itb.ac.id
    news                           CNAME  web.itb.ac.id
    noc                            CNAME  wp.monitoring.itb.ac.id
    nocproject                     CNAME  logger.itb.ac.id
    mail.oceanography              CNAME  oceanography.itb.ac.id
    http://www.oceanography               CNAME  oceanography.itb.ac.id
    http://www.oceanos                    CNAME  oceanography.itb.ac.id
    ocw                            CNAME  students.itb.ac.id
    opensparc                      CNAME  comlabs.itb.ac.id
    mail.order                     CNAME  order.itb.ac.id
    oskm                           CNAME  km.itb.ac.id
    *.packetscanner                CNAME  packetscanner.itb.ac.id
    persma                         CNAME  unit.itb.ac.id
    planet                         CNAME  ai3.itb.ac.id
    calendar.poss                  CNAME  ghs.google.com
    docs.poss                      CNAME  ghs.google.com
    mail.poss                      CNAME  ghs.google.com
    start.poss                     CNAME  ghs.google.com
    web.poss                       CNAME  ghs.google.com
    http://www.poss                       CNAME  poss.itb.ac.id
    pplnbonn                       CNAME  http://www.ylti.or.id
    proceedings                    CNAME  http://www.lppm.itb.ac.id
    http://www.prohil                     CNAME  prohil.itb.ac.id
    k.psdi                         CNAME  kolaborasi.psdi.itb.ac.id
    mail.psdi                      CNAME  psdi.itb.ac.id
    radio.psdi                     CNAME  antivirus.itb.ac.id
    ptkk                           CNAME  biomed.ee.itb.ac.id
    radnet1                        CNAME  waveLAN-ITB-RadNet.itb.ac.id
    radnet2                        CNAME  waveLAN-RadNet-ITB.itb.ac.id
    http://www.sappk                      CNAME  sappk.itb.ac.id
    web.sdm                        CNAME  sdm.itb.ac.id
    silog                          CNAME  puslog.itb.ac.id
    smartcampus                    CNAME  web.itb.ac.id
    http://www.soi                        CNAME  soi.itb.ac.id
    http://www.spe                        CNAME  spe.itb.ac.id
    sps                            CNAME  pps.itb.ac.id
    agenda.sps                     CNAME  sps.itb.ac.id
    mail.sps                       CNAME  sps.itb.ac.id
    http://www.sps                        CNAME  sps.itb.ac.id
    conference.students            CNAME  students.itb.ac.id
    mail.students                  CNAME  students.itb.ac.id
    mta.students                   CNAME  old-students.itb.ac.id
    webmail.students               CNAME  students.itb.ac.id
    http://www.studiumgenerale            CNAME  stadiumgenerale.itb.ac.id
    mail.sysapp                    CNAME  sysapp.itb.ac.id
    http://www.tpb                        CNAME  tpb.itb.ac.id
    http://www.usm                        CNAME  usm.itb.ac.id
    vod-server                     CNAME  ninja-hattori.itb.ac.id
    webvpn                         CNAME  vpn.itb.ac.id
    wuz-wuz                        CNAME  cache-ien.itb.ac.id

Sekian posting saya kali ini, semoga bermanfaat.

 

Informasi DNS (Domain Name Server). Tentunya saya pernah membahas posting sebelumnya tentang DNS (Domain Name Server). Nah, sekarang saya akan coba membahas bagaimana cara mencari Informasi DNS (Domain Name Server). Posting ini tentunya terkait dengan tugas yang diberikan oleh dosen saya yang bernama Bapak Budi Rahardjo (http://rahard.wordpress.com, http://gbt.blogspot.com) yang mengajarkan salah satu mata kuliah Kemanan Sistem Lanjut pada semester kali ini. Baiklah kita mulai saja mencari informasi DNS dengan menggunakan domain itb.ac.id dan detik.com sebagai salah satu contoh yang akan saya bahas pada posting kali ini.

1. Siapakah pemilik dari kedua (itb.ac.id dan detik.com) tersebut ?

Untuk mengetahui siapa pemilik kedua domain tersebut, saya menggunakan tools pada sebuah website http://www.whois.net/ dan http://legacy.zoneedit.com/whois.html. Dari hasil yang didapat dari kedua website tersebut dapat kita lihat siapakah pemilik kedua domain tersebut. Berikut hasil capture yang saya dapat.

Untuk domain itb.ac.id saya gunakan tools pada http://legacy.zoneedit.com/whois.html :

% This is the register.net.id Whois server.

% For more detailed information, please check the website

% https://register.net.id

% Note: this output has been filtered.

% Information related to ‘itb.ac.id’

domain: itb.ac.id

org: Perguruan Tinggi

desc: Institut Teknologi Bandung

admin-c: bs38

tech-c: rinal1

bill-c: rinal1

nserver: ns1.ai3.net

nserver: ns1.itb.ac.id

nserver: ns2.itb.ac.id

nserver: ns3.itb.ac.id

nserver: sns-pb.isc.org

created: 1995-05-18

expires: 2011-09-30

last-update: 2010-11-18

domain-status: Object is active

source: register.net.id # Filtered

nic-hdl: bs38

person:

address: Jl tamansari no 64

Bandung

e-mail: basuki@itb.ac.id

org: Institut teknologi Bandung

source: register.net.id # Filtered

nic-hdl: rinal1

person:

address:

phone:

e-mail: rinaldi@ee.itb.ac.id

org:

source: SAMPLE # Filtered

2.

 

 

DNS (Domain Name Server)

Posted: February 16, 2011 in Ilmu Komputer

DNS (Domain Name Server) adalah sebuah sistem yang menyimpan informasi tentang alamat IP, nama host ataupun nama domain dalam bentuk distributed Database didalam jaringan komputer seperti contohnya pada internet. DNS menyimpan alamat IP (Internet Protocol) untuk setiap nama host ataupun nama domain.  Didalam jaringan komputer seperti internet, DNS memegang peranan yang cukup penting dalam mengerjakan tugas sebagai pengalamatan suatu alamat IP, dikarenakan kita sebagai manusia dan juga saya sebagai pengguna internet tentunya lebih memilih mengingat nama suatu domain ketimbang mengingat suatu alamat IP dalam melakukan surfing. DNS dapat dicontohkan layaknya sebuah phonebook pada handphone yang kita miliki, dimana tersimpan data nomor telpon yang kita simpan dengan sebuah nama untuk memudahkan pencarian. Contoh, jika saya akan melakukan browsing ke alamat IP 203.190.242.69 pada suatu web browser dimana alamat IP tersebut merupakan alamat IP yang terdaftar untuk sebuah domain detik.com. Dalam hal ini DNS lah yang bertugas untuk mengalamatkan IP 203.190.242.69 ke domain detik.com.

Jenis-jenis informasi yang tersimpan dalam DNS :

  • NS record memetakan sebuah nama domain ke dalam satu daftar dari server DNS untuk domain tersebut.
  • MX record memetakan sebuah nama domain ke dalam daftar mail exchange server untuk domain tersebut.
  • A record memetakan sebuah nama host ke alamat IP 32-bit yaitu IPv4.
  • AAAA record memetakan sebuah nama host ke alamat IP 128-bit yaitu IPv6.
  • CNAME record membuat alias untuk nama domain. Domain yang di-alias-kan memiliki seluruh subdomain dan rekod DNS seperti aslinya.
  • SOA record (Start of Authority) mengacu server DNS yang mengediakan otorisasi informasi tentang sebuah domain Internet.

Penjelasan singkat mengenai nama suatu domain (contoh: http://www.detik.com) :

  1. Label paling kanan menyatakan top-level domain (domain tingkat atas/tinggi) alamat www. detik.com memiliki top-level domain com (Organisasi Komersial), edu/ac (Institusi pendidikan atau universitas), org (Organisasi non-profit), net (Networks/backbone Internet), gov (Organisasi pemerintah non militer), mil (Organisasi pemerintah militer), dsb.
  2. Setiap label di sebelah kirinya menyatakan sebuah sub-divisi atau subdomain dari domain yang lebih tinggi label detik.com merupakan subdomain dari domain com.
  3. Terakhir, bagian paling kiri dari bagian nama domain (biasanya) menyatakan nama host. Sisa dari nama domain menyatakan cara untuk membangun jalur logis untuk informasi yang dibutuhkan. Nama host adalah tujuan sebenarnya dari nama sistem yang dicari alamat IP-nya. Untuk nama domain www. detik.com memiliki nama host “www”.

Sekian dulu posting saya hari ini tentang DNS, semoga bermanfaat.

Hukum, Keutamaan, Dan Kewajiban Shiyam

Posted: February 7, 2011 in Islam

Hukum Shiyam

Shiyam, puasa Ramadhan, adalah salah satu dari rukun Islam dan salah satu fardhu dari sekian banyak fardhunya. Allah berfirman yang artinya, “Hai orang-orang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. al-Baqarah:183)

Sampai pada ayat :

“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang didalamnya diturunkan al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barang siapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa di bulan itu.”(QS.al-Baqarah:185).

Dari Ibnu Umar r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Islam ditegakkan di atas lima perkara; (pertama) bersaksi bahwa tiada Ilah (yang patut diibadahi) kecuali Allah dan bahwa Muhammad adalah rasul utusan-Nya, (kedua) menegakkan shalat, (ketiga) mengeluarkan zakat, (keempat) menunaikan ibadah haji, dan (kelima) berpuasa di bulan Ramadhan.” (Muttafaqun ‘alaih: Fathul Bari I:106 no:46, Muslim I:40 no:11, ‘Aunul Ma’bud II: 53 no:387, dan Nasa’I IV:21).

Keutamaan Puasa Ramadhan

Hal ini sebagaimana yang dijelaskan dalam sejarah pada hadits dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala di sisi Allah, niscaya diampunilah baginya dosa-dosanya yang telah lalu.” (Muttafaqun ‘alaih : Fathul Bari I:115 no:1901, Nasa’i IV: 157, Ibnu Majah I: 526 no:1641, dan Muslim I: 523 no:760).

Dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Allah SWT berfirman, “Setiap amal anak Adam adalah untuknya, kecuali puasa. Maka, sesungguhnya ia untuk-Ku dan Akulah yang akan membalasnya. Shiyam (puasa) adalah sebagai tameng. Oleh karena itu, janganlah berteriak dan jangan (pula) bersikap dengan sikapnya orang-orang jahil. Jika ia dicela atau disakiti oleh orang lain, maka katakanlah, ‘Sesungguhnya aku sedang berpuasa’, (dua kali). Demi Dzat yang diri Muhammad berada di genggaman-Nya, sesungguhnya bau mulut orang yang berpuasa di sisi Allah pada hari kiamat (kelak) jauh lebih harum dari pada semerbaknya minyak kasturi. Di samping itu, orang yang berpuasa memiliki dua kegembiraan yang dirasakannya; apabila ia berbuka maka ia merasa gembira dengan buka puasanya, dan apabila berjumpa dengan Rabbnya, maka ia berbahagia dengan puasanya.”. (Muttafaqun ‘alaih: Fathul Bari IV:118 no:1904, Muslim II : 807 no:163 dan 1151 dan Nasa’i IV:163).

Dari Shal bin Sa’ad bahwa Nabi saw. bersabda, “Sejatinya di dalam surga terdapat satu pintu yang disebut Rayyan, pada hari kiamat orang-orang yang berpuasa akan masuk (syurga) melalui pintu tersebut, tak seorangpun selain mereka yang boleh masuk darinya. Dikatakan kepada mereka, “Di mana orang-orang yang (rajin) berpuasa ? “Maka segera mereka berdiri (untuk masuk darinya), tak seorang pun selain mereka yang boleh masuk darinya. Manakala mereka sudah masuk (syurga darinya), maka dikuncilah pintu tersebut, sehingga tak seorangpun (selain mereka) yang masuk darinya.” (Muttafaqun ‘alaih : Fathul Bari IV:111 no: 1896, Muslim II:808 no:1152, Tirmidzi II :132 no:762 dan Ibnu Majah I:525 no:1640 serta Nasa’i IV:168 dengan redaksi yang mirip dan ada tambahan pada Imam yang tiga)

Kewajiban Berpuasa Ramadhan Dengan Melihat Hilal
Sebagaimana dijelaskan dalam hadits  dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Berpuasalah kamu bila sudah melihat hilal (bulan Ramadhan) dan berbukalah kamu bila sudah melihat hilal (bulan Syawal); jika mendung atas kalian, maka genapkanlah bulan Sya’ban menjadi tiga puluh hari!” (Muttafaqun ‘alaih : Muslim II:762 no:19 dan 1083 dan ini lafadnya, Fathul Bari IV:119 no: 1909 dan  Nasa’i  IV:133).

Sumber: Diadaptasi dari ‘Abdul ‘Azhim bin Badawi al-Khalafi, Al-Wajiz Fi Fiqhis Sunnah Wal Kitabil ‘Aziz, atau Al-Wajiz Ensiklopedi Fikih Islam dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah Ash-Shahihah, terj. Ma’ruf Abdul Jalil (Pustaka As-Sunnah), hlm. 385–388.

link original : http://alislamu.com/ibadah/6-shiyam/88-hukum-keutamaan-dan-kewajiban-shiyam.html

Nabiyullah Ayyub, Imam Orang-Orang Sabar

Posted: February 7, 2011 in Islam

Ayyub adalah hamba shalih dan teladan kesabaran. Kisahnya diceritakan untuk menghibur orang-orang yang ditimpa musibah, baik pada diri mereka, keluarga, dan harta. Dia dulu sehat lalu sakit, dulu kaya lalu miskin, pemilik keluarga dan anak, lalu Allah mengambil keluarga dan anaknya. Dia menjalani semua itu dengan kesabaran  yang baik, tidak mengaduh, dan tidak meratap. Ujiannya berlangsung lama. Semangatnya tidak berkurang karena ujian yang panjang itu. Kemudahan datang dari Allah ketika Ayyub memanggil-Nya dan berdoa kepada-Nya. Allah mengembalikan kesehatannya, mengembalikan harta dan anaknya dua kali lipat dari yang sebelumnya. Kisahnya menjadi cerita yang menghiasi bibir orang-orang yang sesudahnya. Kisah seorang imam orang-orang yang sabar, Ayyub Nabiyullah.

Teks Hadis

Dari Anas bin Malik bahwa Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya Nabiyullah Ayyub ditimpa musibah selama delapan belas tahun. Orang dekat dan orang jauh menolaknya, kecuali dua orang laki-laki saudaranya yang selalu menjenguknya setiap pagi dan petang hari. Suatu hari salah seorang dari keduanya berkata kepada temannya, ‘Ketahuilah, demi Allah, Ayyub telah melakukan sebuah dosa yang tidak dilakukan oleh seorang manusia di dunia ini.’ Temannya menanggapi, ‘Apa itu?’ Dia menjawab, ‘Sudah delapan belas tahun Allah tidak merahmatinya dan tidak mengangkat ujian yang menimpanya.’

Manakala keduanya pergi kepada Ayyub, salah seorang dari keduanya tidak tahan dan tidak mengatakan hal itu kepada Ayyub. Maka Ayyub berkata, ‘Aku tidak mengerti apa yang kalian berdua katakana. Hanya saja, Allah mengetahui bahwa aku pernah melewati dua orang laki-laki yang bersengketa dan keduanya menyebut nama Allah, lalu aku pulang ke rumah dan bersedekah untuk keduanya karena aku khawatir nama Allah disebut tidak dalam kebenaran.’

Nabi Shallallahu Alahi wa Sallam bersabda, ‘Ayyub pergi buang hajat. Jika dia buang hajat, istrinya menuntunnya sampai di tempat buang hajat. Suatu hari Ayyub terlambat dari istrinya dan Allah mewahyukan kepada Ayyub, ‘Hantamkanlah kakimu, inilah air yang sejuk untuk mandi dan untuk minum.’ (Shad: 42). Istrinya menunggunya cukup lama. Dia melihat dan memperhatikannya sedang berjalan ke arahnya, sementara Allah telah menghilangkan penyakitnya dan dia lebih tampan dari sebelumnya. Ketika istrinya melihatnya dia berkata, ‘Semoga Allah memberimu berkah, apakah kamu melihat nabiyullah, orang yang sedang diuji? Demi Allah, kamu sangat mirip dengannya saat dia dalam keadaan sehat.’ Ayyub berkata, ‘Sesungguhnya akulah Ayyub.’

Ayyub memiliki dua tempat untuk mengeringkan hasil bumi, yang pertama untuk gandum dan yang kedua untuk jemawut, lalu Allah mengirim dua gumpalan awan. Ketika awan yang pertama tiba di atas tempat pengeringan gandum, ia memuntahkan emas sampai melimpah, dan awan yang lainnya menumpahkan di tempat pengeringan jewawut sampai melimpah pula.”

Takhrij Hadis

Syaikh Nashiruddin  Al-Albani berkata tentang takhrij hadits  ini dalam Silsilah Al-Ahadis Ash-Shahihah (1/24), “Diriwayatkan oleh Abu Ya’la dalam Musnad-nya (1 176-177), Abu Nuaim dalam Al-Hilyah (3/374-375) dari dua jalan dari Said bin Abu Maryam. Nafi’ bin Yazid menyampaikan kepada kami, Aqil memberitakan kepada kami dari Ibnu Syihab dari Anas bin Malik secara marfu’.” Dan dia berkata, “Gharib dari hadis Az-Zuhri, tidak ada yang meriwayatkan darinya kecuali Aqil. Rawi-rawinya disepakati keadilan mereka. Naïf meriwayatkan secara sendiri.”

Aku berkata, “Dia adalah rawi tsiqah(terpecaya) sebagaimana yang dikatakannya. Muslim meriwayatkan hadisnya, rawi-rawi lainnya adalah rawi-rawi Syaikhain. Jadi, hadis ini shahih. Ia dishahihkan oleh Adam-Dhiya’ Al-Maqdisi. Dia meriwayatkannay dalam Al-Mukhtarah (2/220-221) dari jalan ini. Hadis ini diriwayatkan oleh Ibnu Hibban dalam Shahihnya (2091) dari Ibnu Wuhaib. Nafi’ bin Yazid memberitakan kepada kami.”

Penjelasan Hadis

Ayyub adalah salah seorang Nabi Allah yang mulia. Allah mewahyukan kepada Ayyub, “Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu sebagaimana Kami telah memberikan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi yang kemudiannya, dan Kami telah memberikan wahyu (pula) kepada Ibrahim, Isma’il, Ishak, Ya’qub dan anak cucunya, Isa, Ayyub, Yunus, Harun dan Sulaiman. dan Kami berikan Zabur kepada Daud.” (An-Nisa: 163).

Ayyub termasuk keturunan Ibrahim. Firman Allah, “Dan Kami telah menganugerahkan Ishak dan Yaqub kepadanya. Kepada keduanya masing-masing telah Kami beri petunjuk; dan kepada Nuh sebelum itu (juga) telah Kami beri petunjuk, dan kepada sebahagian dari keturunannya (Nuh) yaitu Daud, Sulaiman, Ayyub, Yusuf, Musa dan Harun. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.” (Al-An’am: 84).

Allah telah menceritakan kisahnya di dua tempat dalam kitab-Nya, pertama dalam surat Al-Anbiya. Firman Allah, “Dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika ia menyeru Tuhannya, ‘(Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan yang Maha Penyayang di antara semua Penyayang.’ Maka Kamipun memperkenankan seruannya itu, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan Kami lipat gandakan bilangan mereka, sebagai suatu rahmat dari sisi Kami dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Allah.” (Al-Anbiya: 83-84).

Kedua dalam surat Shad. Firmannya, “Dan ingatlah akan hamba Kami Ayyub ketika ia menyeru Tuhan-nya, ‘Sesungguhnya aku diganggu syaitan dengan kepayahan dan siksaan.’ (Allah berfirman), ‘Hantamkanlah kakimu, inilah air yang sejuk untuk mandi dan untuk minum.’ Dan Kami anugerahi dia (dengan mengumpulkan kembali) keluarganya dan (Kami tambahkan) kepada mereka sebanyak mereka pula sebagai rahmat dari Kami dan pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai fikiran. Dan ambillah dengan tanganmu seikat (rumput), maka pukullah dengan itu dan janganlah kamu melanggar sumpah. Sesungguhnya Kami dapati dia (Ayyub) seorang yang sabar. Dialah Sebaik-baik hamba. Sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhan-nya).” (Shad: 41-44).

Dalam sunah Rasulullah terdapat keterangan tentang kisah Ayyub yang lebih jelas dan terperinci. Dari seluruh keterangan dalam Al-Qur’an  dan hadis dapat diambil kesimpulan bahwa  hidup Ayyub penuh dengan kenikmatan  sebelum memperoleh ujian, kehidupannya makmur. Allah menganugerahkan  harta, keluarga dan anak kepadanya, kemudian Allah berkehendak untuk mengujinya. Maka dia mengambil harta dan anaknya, badannya pun berpenyakit. Orang-orang yang dikumpulkan oleh nikmat di sekelilingnya mulai menjauhinya. Orang dekat dan orang jauh menghindarinya. Yang masih baik kepadanya hanyalah istrinya dan dua orang dari sahabatnya yang mulia. Kedua orang ini sering mengunjunginya dan Ayyub terhibur karenanya.

Salah seorang dari keduanya memikirkan keadaan Ayyub yang telah diuji sekian lama. Ayyub menanggung ujian itu selama delapab belas tahun dan Allah belum mengangkat apa yang menimpanya. Terbesit di pikiran orang ini bahwa cobaan Ayyub itu mungkin dikarenakan dosa besar yang pernah diperbuat oleh Ayyub. Orang ini mengatakan apa yang ada di pikirannya kepada temannya, dan temannya ini pun tidak kuasa menyimpan apa yang dikatakan oleh rekannya. Dia mengatakan hal itu kepada Ayyub. Hal ini membuat Ayyub sangat bersedih, maka dia menceritakan keadaannya secara terbuka dan menepis anggapan tersebut. Pada waktu Ayyub sehat dan bugar, dia melihat dua orang saling bertikai dan keduanya menyebut nama Allah. Ayyub pulang ke rumahnya dan bersedekah atas nama keduanya, karena dia khawatir nama Allah disebut kecuali dalam kebenaran.

Di sanalah Ayyub menghadap kepada Tuhannya denagn doa memohon dari-Nya agar ujiannya diangkat, “(Ya Tuhanku), Sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan yang Maha Penyayang di antara semua Penyayang.” (Al-Anbiya: 83). “Dan ingatlah akan hamba Kami Ayyub ketika ia menyeru Tuhan-nya: “Sesungguhnya aku diganggu syaitan dengan kepayahan dan siksaan”. (Shad: 41).

Allah menjawab doanya dan mengangkat ujian yang menimpanya. Allah Maha Berkuasa atas segala hal. Jika Dia menghendaki sesuatu, pastilah terjadi. Tidak ada sesuatu pun di langit dan di bumi yang mampu menghalangi-Nya.

Sudah menjadi kebiasaan Ayyub jika dia pergi buang hajat, dia diantar dan dituntut oleh istrinya karena badannya yang lemah. Jika Ayyub telah tiba di tempat yang dituju, istrinya membiarkannya menunaikan hajatnya. Setelah itu dia kembali menuntun suaminya pulang ke tempat tinggalnya. Pada hari ketika Ayyub berdoa kepada Allah, dia terlambat kembali kepada istrinya yang sedang menunggunya. Allah mewahyukan kepada Ayyub agar menjejakkan kakinya yang lemah ke tanah, maka dari tempat yang dijejakkannya itu memancarlah air. Allah meminta Ayyub agar minum air itu dan mandi darinya. Air itu menghilangkan penyakit di tubuhnya, lahir dan batin. Ayyub kembali sehat dan bersemangat pada saat itu juga. Kesehatannya dan kekuatannya pulih seperti ia tidak pernah sakit.

Ayyub menemui istrinya dengan penuh semangat dan gairah seperti sebelum dia diserang penyakit. Ketika istrinya melihatnya, dia tidak mengenalinya walaupun dia melihatnya seperti suaminya yang dahulu sehat wal afiat. Dia bertanya kepadanya tentang suaminya, seorang nabi yang sakit-sakitan. Dia menyebutkan apa yang pernah dilihatnya dari suaminya pada saat suaminya masih sehat dan kuat. Dia sama sekali tidak menduga bahwa suaminya bisa sehat dan sembuh dari penyakitnya dalam waktu yang sesingkat itu, yaitu sewaktu dia terlambat  untuk kembali kepadanya. Kebahagiannay begitu besar manakala dia melihat nikmat Allah kepada suaminya dalam bentuk kembalinya kesehatan dan kekuatan kepadanya.

Sebagaimana Allah mengembalikan kesehatan dan kekuatannya, Allah juga mengembalikan hartanya yang hilang sebanyak dua kali lipat, serta menganugerahkan anak-anak kepadanya dua kali lipat pula. Alalh mengirimkan dua awan yang tidak membawa hujan, tetapi membawa emas dan perak. Ayyub memiliki dua tempat penyimpanan hasil bumi. Yang pertama untuk gandum dan yang kedua untuk jemawut. Awan pertama menumpahkan emas di tempat penyimpanan gandum dan awan kedua menumpahkan perak di tempat penyimpanan jemawut.

Pada waktu sakit Ayyub pernah marah kepada istrinya. Dia bernadzar, jika dia sembuh, dia akan memukulnya seratus kali. Setelah sembuh Ayyub merasa berat memukul istrinya yang selama dia sakit begitu sabar merawatnya, tetapi dia juga merasa berat karena tidak menunaikan nadzar kepada Tuhannya. Maka Allah memberikan jalan keluar dan kemudahan. Dia memerintahkan Ayyub agar mengambil seikat batang gandum atau jemawut dan memukul istrinya dengan itu satu kali pukulan, dengan itu Ayyub telah menunaikan nadzarnya dan tetap tidak menyakiti istrinya. Allah berfirman untuk Ayyub, “Dan ambillah dengan tanganmu seikat rumput, maka pukullah dengan itu dan janganlah kamu melanggar sumpah.” (Shad:44).

Imam Ahmad berpendapat bahwa dibolehkan memukul orang yang melakukan dosa yang terancam hukuman had, seperti orang yang berzina yang belum menikah dan orang yang melakukan dosa qadzaf (menuduh) dengan pukulan seperti pukulan pukulan Ayyub, jika yang bersangkutan sakit sehingga ditakutkan akan celaka setelah dia dipukul. Rasulullah Shallallahu Alahi wa Sallam telah memerintahkan para sahabat untuk memukul seorang laki-laki yang sakit yang telah berzina dengan seorang wanita dengan sebuah janjang kurma yang terdiri dari seratus cabang sebanyak satu kali pukulan. (Lihat Ighatsatul Lahfan, Ibnul Qayyim (2/98). Hadis yang disinggung di atas dinisbatkan oleh Syaikh Nashiruddin Al-Albani di Silsilah Al-Ahadis As-Shahihah (6/1215) dengan no. 2968 kepada Nasai di Sunan Kubra, Ibnu Majah, Baihaqi, Ahmad dan lain-lainnya).

Ayyub adalah soerang yang gesit, dermawan dan humoris dalam kejujuran. Rasulullah Shallallahu Alahi wa Sallam telah memberitakan kepada kita di dalam hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Nasai dari Abu Hurairah yang berkata bahwa Rasulullah Shallallahu Alahi wa Sallam bersabda, “Manakala Ayyub sedang mandi telanjang, sekelompok belalang dari emas jatuh kepadanya, maka Ayyub memunguti dan menyimpannya di bajunya. Maka Tuhan memanggilnya, ‘Wahai Ayyub, bukankah Aku telah membuatmu kaya seperti yang kamu lihat?’ Ayyub menjawab, ‘Benar, ya Rabbi, akan tetapi aku selalu memerlukan keberkahanMu’.” (Jami’ul Ushul, 8/521).

Mungkin anda membayangkan keadaan Ayyub ketika dia melompat dalam keadaan telanjang, mengumpulkan dan memunguti belalang emas, lalu meletakkan di bajunya. Maka Tuhannya memanggilnya, “Bukankah Aku telah membuatmu kaya sebagaimana kamu lihat?” (Yakni, melalui dua awan yang menuangkan emas dan perak di tempat penyimpanan hasil buminya). Ayyub menjawab, “Siapa yang tidak memerlukan keberkahan-Mu, ya Rabbi?”

Versi Taurat

Barang siapa membaca kisah Ayyub di dalam Al-Qur’an dan hadis yang shahih lalu membaca kisah ini dalam Taurat, maka dia akan meyakini bahwa salah satu sasaran pemaparan  versi dalam Al-Qur’an dan penjelasan detail-detailnya di dalam hadis adalah untuk membongkar penyelewengan kisah ini menurut versi Bani Israil dan membebaskan Nabiyullah Ayyub dari tuduhan palsu dan dusta oleh orang-orang yang menyeleweng lagi zhalim.

Klaim pertama yang harus diluruskan dan dikoreksi adalah klaim para penulis kisahnya dalam Taurat bahwa Ayyub hanyalah seorang laki-laki shalih lagi lurus. Dia bukan seorang nabi. Klaim kedua yang harus diluruskan dan dikoreksi adalah apa yang dikatakan oleh Taurat bahwa Ayyub marah kepada Tuhan-nya ketika menjalani cobaan. Kemarahan Ayyub kepada Tuhannya ini dipaparkan  dipaparkan lewat perbicangan panjang antara Ayyub dan ketiga orang temannya. Walau Ayyub dengan imannya dan kepercayaannya kepada Tuhannya, dia tetap berbicara panjang kepada teman-temannya untuk menampakkan penderitaannya karena cobaan dari Allah, walaupun dia tetap baik, lurus dan melakukan kebaikan.

Dialog yang terjadi adalah dialog yang panjang. Melalui dialog ini para pengarangnya bermaksud untuk mengatasi masalah akidah, yaitu sebab-sebab Allah menurunkan ujian-Nya kepada orang shalih dan hamba-hamba-Nya yang bertakwa kepada-Nya dan teguh di atas perintah-Nya. Dialog itu mengangkat  masalah ini dengan bahasa filsafat dan bahasa syair. Oleh karena itu, orang-orang Yahudi menganggap bahwa Safar Ayyub adalah salah satu Safar hikmah.

Aneh jika Ayyub dalam Taurat adalah  seorang pemarah dan pengeluh yang jauh dari pemahaman yang lurus, menolak berserah diri kepada qadha dan qadar, dan bahwasanya teman-temannya adalah orang-orang yang mengerti  dan mengetahui sehingga  berusaha sepenuh daya guna untuk memberi pengertian, pelajaran dan mengembalikannya ke jalan yang benar.

Kedustaan semua itu ditunjukkan oleh hadis yang disampaikan oleh Rasulullah Shallallahu Alahi wa Sallam tentang kesabaran Ayyub dalam keteguhannya untuk menerima apa yang menimpanya tanpa berkeluh kesah, sampai-sampai seorang temannya menduga sesuatu pada diri Ayyub. Dia melihat lamanya ujian  yang menimpa Ayyub sebagai bukti  bahwa Ayyub telah melakukan dosa besar sehingga dia berhak menerima hukuman panjang ini. Ayyub membantah hal itu dengan menyebutkan kepada mereka tentang ketaqwaan dan kebersihan hatinya semasa dia sehat wal afiat.

Apa yang ditetapkan oleh hadis menunjukkan bahwa Ayyub lebih memahami, lebih bertaqwa, dan lebih mengetahui. Dia tidak bimbang. Bimbang ini tidak datang darinya, tetapi dari salah seorang temannya.

Adalah benar ketika Taurat menyebutkan bahwa Ayyub mengerti, bertaubat, dan kembali kepada Allah. Akan tetapi, apa yang disebutkan oleh Taurat bahwa Ayyub mengeluh, merasa sempit dan marah, ini tidaklah benar sama sekali. Taurat sesuai dengan Al-Qur’an dalam memberitakan bahwa Ayyub dulunya adalah orang yang kaya sebelum ditimpa musibah. Dia memiliki keluarga dan anak, dan bahwa Allah mengambil harta dan anaknya sebagaimana ujian  menimpa jasadnya, lalu Allah mengembalikan keluarga, anak, serta hartanya kepadanya setelah Ayyub sembuh.

Akan tetapi, Taurat menyembunyikan hakikat manakala mengklaim bahwa Allah memberi ganti harta kepada Ayyub melalui hadiah dari saudara-saudara dan kawan-kawannya. Padahal, dari hadis Rasulullah Shallallahu Alahi wa Sallam kita mengetahui bagaimana Allah melimpahkan harta kepada Ayyub dalam bentuk emas dan perak melalui awan. Kembalinya harta kepada Ayyub bukan melalui hadiah dari kerabat dan teman-temannya.

Taurat sesuai dengan Al-Qur’an dalam urusan penyakit yang menimpa tubuh Ayyub, yaitu dari setan. Namun perincian-perincian yang disebutkan oleh Taurat dalam perbincangan antara Allah dengan setan tidaklah benar. Hal ini menyelisihi kaidah-kaidah syariat yang pokok lagi baku. Allah tidak berbincang dengan setan setelah Dia mengusirnya dari rahmat-Nya, walaupun terkadang Dia mengizinkan untuk menimpakan penyakit kepada hamba-hamba-Nya karena sesuatu perkara yang diinginkan oleh-Nya.

Pelajaran-Pelajaran dan Faedah-Faedah Hadis

  1. Keutamaan Nabiyullah Ayyub dalam kesabarannya atas ujian dari Allah; lenyapnya harta, keluarga, dan anak, ditambah penyakit dan menjauhnya teman-teman darinya.
  2. Akibat dari kesabaran adalah kebaikan dunia dan akhirat. Allah menyembuhkan Ayyub setelah penyakit yang berkepanjangan. Dia mengembalikan kekuatan dan kesehatannya, memberinya harta yang melimpah dan anak-anak shalih.
  3. Tingginya ta’dzim (pengagungan) Ayyub kepada Tuhan-nya. Dia menebus dengan bersedekah atas nama dua orang yang bersengketa dan keduanya menyebut nama Allah, karena takut nama Allah disebut kecuali dalam kebenaran.
  4. Besarnya kesetiaan istri Ayyub kepada suaminya dan pengabdiannya  kepada Tuhannya. Begitu pula kedua temannya. Kesulitan hidup membuka kualitas orang, walaupun  orang-orang dengan kualitas bersih semakin sedikit, akan tetapi di setiap masa dan kota akan selalu ada, kecuali apa yang dikehendaki oleh Allah.
  5. Kemampuan Allah untuk menghapus ujian dan menyembuhkan orang sakit hanya dalam sekejap, sebagaimana Allah mengembalikan kekuatan dan kesehatan kepada Ayyub.
  6. Kodrat Allah memberi rizki kepada hamba-hamba-Nya dengan cara yang tidak umum. Ayyub mendapatkan harta yang banyak dalam bentuk emas dan perak yang dibawa oleh dua awan dan belalang emas yang jatuh kepadanya.
  7. Allah memberi kemudahan dan jalan keluar bagi Ayyub dalam nadzarnya. DIa bisa memenuhi nadzarnya tanpa  merugikan istrinya. Ibnul Qayyim menyatakan bahwa dalam syariat mereka tidak ada kaffarat(denda). Jika dalam syariat mereka terdapat kaffarat, niscaya Ayyub akan melakukannya tanpa memukul istrinya. Sumpah bagi mereka adalah sesuatu yang wajib, seperti hukuman had. Dan yang pasti adalah bahwa jika pelaku kesalahan yang mengakibatkan hukuman mempunyai alasan, maka hukumannya diringankan darinya dan istri Ayyub memiliki alasan. Dia tidak mengetahui bahwa yang berbicara dengannya adalah syetan. Dia hanya bermaksud untuk berbuat baik, maka dia tidak berhak untuk dihukum. Allah memberikan fatwa kepada Ayyub agar memperlakukannya sebagai orang yang berudzur, ditambah kasih saying dan kebaikannya kepada Ayyub. Maka Allah mengumpulkan untuknya antara memenuhi sumpah dan berlamah-lembut kepada istrinya yang baik yang mempunyai alasan dan tidak berhak untuk dihukum. (Ighatsatul Lahfan min Maqashidisy Syaithan, 2/97).
  8. Hadis ini membebaskan Ayyub dari kebohongan-kebohongan yang dinisbatkan oleh orang-orang Yahudi kepada Ayyub. Hadis ini meluruskan dan mengoreksi sejarah Ayyub yang mereka ubah dan selewengkan.

Sumber: diadaptasi dari DR. Umar Sulaiman Abdullah Al-Asyqar, Shahih Qashashin Nabawi, atau Ensklopedia Kisah Shahih Sepanjang Masa, terj. Izzudin Karimi, Lc. (Pustaka Yassir, 2008), hlm. 189-199.

sumber : http://alislamu.com/kisah-islami/47-kisah-para-nabi/1288-nabiyullah-ayyub-imam-orang-orang-sabar.html